Ibu Kost Yang menggoda aku

Mas Doni, minta tolong ya, nanti si Ical di jemput oke!, sepulang dari kampus, Mbak pulangnya mungkin telat lagi nih!, barusan ada keperluan di puskom Suara nyaring seorang wanita yang barusan kuterima di HP ku. Ah! Mbak Eni selalu saja menyuruhku untuk menjemput anak semata wayangnya yang masih duduk di bangku TK itu padaku, karena aku selalu melewati TK itu kalo pulang dari kampus. Wanita tersebut, Mbak Eni, aku selalu memanggilnya begitu, adalah ibu kos bagiku karena dimana aku menempati salah satu kamar yang di rumahnya yang sangat besar sebagai anak kos. Adik laki-lakinya yang seumuran denganku adalah temanku sejak masih SMA. Sebagai lelaki muda, tentu saja aku selalu merasa bergairah bila mendengar ataupun melihat hal-hal yang berbau genital dan seksi seperti halnya mbak eni ini. Dia adalah tipe seorang wanita yang sempurna menurutku dengan bentuk tubuh yang menggiurkan di usianya yang ke 34 tahun itu. Suatu malam di saat aku sedang merasa suntuk dan hasrat untuk melakukan onani tidak terbendung lagi, dan kurasa keadaan rumah sepi maka segera saja kulakukan ritual khusus cowok itu sambil berimajinasi tentang hubungan seks yang panas dengan Mbak Eni tersayang.
Kunjungi juga cerita dewasa yang lebih hot 
Baru saja aku melakukan permainan ini setengah jalan tiba-tiba saja pintu kamarku di ketuk seseorang. Siapa sih, gangguin kenikmatan orang saja gerutuku dalam hati sambil mengenakan pakaian seadanya plus sarung tanpa CD untuk menutupi kontolku yang masih berdiri, paling si Nur yang datang pikirku. Mas Doni, bisa tolong Mbak sebentar nggak, soalnya Begitu pintu kubuka yang langsung di sambut oleh kata-kata dari Mbak Eni yang tidak dapat di teruskan setelah melihat bagian bawah tubuhku yang mengacung. Kontolku di bimbingnya masuk secara perlahan kedalam lubang kenikmatannya itu, secara perlahan-lahan namun pasti aku merasakan sensai yang luar biasa karena baru pertama kali aku melakukan persetubuhan. Setelah mentok dan tubuh kami merapat satu sama lain, kudiamkan dulu sejenak bir si kontol merasakan lingkungan barunya sebelum kugerakkan maju mundur sesuai insting manusia dalam mencari kenikmatan dalam bersetubuh. Terima kasih, Don! Kamu hebat sekali Puji Mbak Eni Terima kasih juga mbak!, enak sekali.boleh nambah ya, kapan-kapan! Jawabku Ahkamu ini, nakal sekali. Baru sekali merasakan enaknya langsung minta lagi, tapi boleh koq! Ntar Mbak yang gasih kodenya, ya? Asyik, mbak! Gitu dong, baru Mbak Eni yang cantik kayak bintang film Rosamund Kwan plus seksi, hehe..! Ah, kamu ini bisa aja! Dan malam itupun berakhir dengan tiga ronde pergulatan nafsu liar antara induk semang dengan anak kost-nya. Bagaimanakah cerita selanjutnya tentang hubunganku dengan ibu muda (bagiku) tersebut, ikuti saja kisahku selanjutnya, apakah Mbak Eni hamil atau tidak? apakah perselingkuhan kami ketahuan atau tidak? Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Hanya nafas memburu yang terdengar semakin perlahan, seiring lewatnya badai kenikmatan seksual. Ethan memiringkan badannya dan langsung menatap Vani. “Gue pikir lo udah ga mau lagi ngenthot sama gue Van” ujar Ethan sambil nyengir nakal. Muka Vani bersemu merah, tapi masih berusaha menjawab dengan ketus “Gue kepepet. Lagi horny habis, ga ada partnernya”. Ethan masih keras kepala “Udah deh. Akuin aja.. si Albert juga ga bisa muasin kaya gue kan?” ujar Ethan dengan PeDenya. Walaupun itu benar, Vani gengsi mengakuinya “Huu.. siapa bilang”. Tapi, ucapan Ethan berikutnya mengejutkan Vani “Lo mau ga jadi fish buddy gue?” “Hah? Maksud lo?” tanya Vani. “Iya.. fish buddy. Kalo lo butuh seks, lo bisa ajak gue. Begitu juga sebaliknya. Tapi cuma sebatas seks. No other commitment. Jadi cowok lo tetep Albert. Ok ga?” terang Ethan. Vani agak bimbang menjawabnya. Kalau mengikuti kata hati (dan kata mhemek), Vani jelas maulah. Cuma gengsi kalo langsung mengiyakan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ibu Kost Yang menggoda aku"

Posting Komentar