Kunjungi juga cerita dewasa yang lebih hot
Pantatnya bulat, tubuhnya padat berisi namun langsing, dengan tinggi semampai. Buah dadanya terlihat sedikit mononjol dibalik seragam putih osis lengan panjang dan jilbab putih yang terulur menutupi dadanya. “lagi ngelamun.” Jawabnya sambil tersenyum manis. “ngelamunin apa?” tanyaku lagi, memancing pembicaraan. Sambil semakin mendekat hingga disampingnya. Siswi berjilbab itu memandangku seksama seakan menilai, lalu menjelurkan lidahnya padaku, menggoda. Aku tersenyum. “kenalin, Wawan.” Kataku sambil mengulurkan tanganku. siswi berjilbab itu tersenyum dan menyambutnya. “Rina” katanya. Tangannya yang bersentuhan dengan tanganku terasa sangat halus. “lagi ngapain disini sendirian? Bolos yaa…” kataku mengganggunya. siswi berjilbab itu segera berdiri didepanku. “iya nih… lagi BT di sekolah..” katanya sambil menggerutu. “emang kenapa? Habis putus cinta yah?” tanyaku nakal. “idih… nggak… sekarang jadwalnya olah raga… guru olah raganya rese… sukanya grepe-grepe..” jawab gadis cantik berjilbab siswi Smu itu. “Hmm, pasti dia mau nikmatin tubuhku. Tak apalah, toh aku sudah gak perawan.” Gumam Annisa. Lima menit kemudian handphone annisa berbunyi. “Halo “ jawab Annisa. “Say, bisa deh aku pinjemin kamu duitnya besok, tapi ada syaratnya” kata Alex. “Ok, apapun itu aku penuhi. Emang syaratnya apaan ?” Tanya Annisa. “Besok aja kita ketemuan di areal parkir sekolah sepulang sekolah” kata Alex. “Ok, tapi kamu janji loh ya bawa duitnya” kata Annisa. “OK, sampai ketemu besok” kata Alex seraya menutup telpon. Keesokan harinya sepulang sekolah, Annisa menemui Alex di area parker sekolah. “Eh lex, gimane? Loe bawa duitnya ?” Tanya Annisa. “Iya, gua dah bawa. Nih” jawab Alex seraya menunjukkan lembaran uang ratusa ribu yang ada di tasnya. “Ini 10 juta” kata Alex. “Wah makasih banyak loh lex” kata Annisa. “Ayoo..to.. keluarin.. aku juga mau keluar lagi nih.. sama-sama ya”!! pinta Bulik Anna sambil terenggah-enggah. Aku tidak menjawab tetapi kecupanku semakin menguat ditengkuknya..tubuh Bulik Anna kembali mengejang, dan.. akhh..akhh.. lengkuh Bulik Anna berbarengan dengan semprotan airmaniku untuk kedua kalinya. Kami tergolek bersama, sambil mengatur nafas masing-masing.. “Ohh.. Bulik puas sekali To”!! Kamu sudah semakin pandai saja.. “Ya.. siapa dulu, dong gurunya”!! balasku sambil melumat lagi bibirnya.. Setelah cukup istirahat, kami saling merapikan diri..Aku membantu menyisirkan rambut Bulik Anna yang kusut karena tadi terus kuacak-acak. Tampak ditengkuk Bulik Anna bekas kecupanku, untung saja ketika pergi dari rumah tadi, Bulik Anna tidak sanggulan penuh.. sehingga sepintas masih tertutup oleh rambutnya.. “Terima kasih Bulik.. sekarang saya sudah ngga pusing lagi”!! kataku manja sambil mengecup pipinya.. dan berlalulah kami ke-toko buku.
0 Response to "Cinta dengan Gadis Berjilbab"
Posting Komentar