Kunjungi juga cerita dewasa yang lebih hot
Setelah matanya celingak-celinguk ke kiri dan kanan, depan dan belakang, dia menaiki tubuhku dan mengangkangiku. Aku diam saja. Diangkatnya dasternya dan dituntunnya kontolku memasuki lubang memeknya. Sebelumnya dia lumuri vaseline dulu di bibir memeknya. Setelah ujung kontolku kena persis di antara kedua bibir memeknya, dia menekan tubuhnya dari atas, lalu melesatlah kontolku ke dalam memeknya. Terasa hangat di dalam lubang memek nek Bilah. Untuk pertama kali kontolku mengeram dilubang nikmat. Nek Bilah seakan mengurut dadaku. Pintar betul nenek ini bersandiwara memerankan seperti tukan pijat, bisik hatiku. Pantatnya yang besar memenuhi pahaku. Aku memejamkan mataku. Goyangannya semakin menjadi-jadi dan semain cepat. AKu merasa nikmat bukan kepalang. "Kontolmu memang besar dan panjang. Keras lagi," kata Nek Bilang to the point. Dia tidak memilah kata lagi. Mulutnya mulai cakap kotor. Kontol bagus, katanya setengah berbisik. AKu tak mau kalah. MEmek nenek juga enak, walau sudah tua. Goyangan nenek juga hebat. Kapan saja nenek mau kontolku, nenek boleh kode aku, kataku. Dia tersenyum. Aku kenikmatan dan aku tak mampu berbuat apa-apa selain mendiamkan saja goyangannya. Tiba-tiba croot...crooot...croooooottttt. Sepermaku muncrat memenuhi lubang Nek Bilah. Dia semakin mempercapat goyangannya dan menindihku kuat-kuat dan menicum leherku. Nenek juga sampai.... katanya. Sejak itu, atas sarannya, jika aku mau ke gazebo, tidak boleh pakai celana tapi harus pakai sarung dan tanpa celana dalam. Aku setuju. Sepulang kuliah dan siap makan siang aku dan menggati pakaianku dengan sarung. Kulihat Nek Bilah sembunyi memberi kode dari gazebonya. Aku ambil laptop dan menyeberang. "Ini, kasi kue ini pada ennekmu," kata ibuku. "Aku lihat tadi Nenek naik beca keluar. Tapi, nanti kalau pulang keberikan," kataku berbohong pada ibuku. Aku membawa sebungkus kue untuk nek Bilah. Begitu aku masuk ke halaman rumahnya, kulihat nek Sumi merangkak menuju gazebonya. Aku geli melihatnya, nenek-nenek masih merangkak kaya kucing berjalan memekai kedua kaki dan kedua tangannya agar tubuhnya rendah dan tak kelihatan. Nek Bilah sudah pula menambah berbagai tanaman mengelilingi gazebo, hingga gazebo semakin rindang dan susah untuk dilihat. Begitu aku sampai di gazebo, nek Bilah langsung merebahkan tubuhku dan tubuhnya juga tergeletak di sampingku. Dilumurinya kontolku pakai vaselin agar licin dan dia juga melumuri kontolnya pakai vaselin. Maksudnya agar cepat kontolku memasuki lubangnya. Karena lubangnya sudah kering dan sudah menapouse, vaselin sangat membantu. Setelah kontolku keras, dia minta aku menindihnya. AKu menyucukkan kontolku ke vaginanya. "Mau yang lebih enak?" bisiknya padaku. AKu mengangguk. Nek Julia melepaskan genggamannya pada buah pelirku. Kini dia menjilatinya dengan lembut dan aku berada di puncak kenikmatan. Aku menyemburkan spermaku beberapa kali di mulutnya. Aku mendengar Nek Julia menelan spermaku dengan puas. "Bagaimana, enak?" "Enak sekali nek." Direngkuhnya aku ke lantai beralaskan tikar. Kami istirahat dan berpelukan. Nikmat sekali memeluk nenek di tengah hutan ini. "Apakah nenek selalu melakukan ini kepada pasien nenek?" "Tidak, Hanya bersama pasien yang aku lakukan begitui, itu karena aku menyukainya," kata Nek Julia. Semuanya adalah laki-laki muda yang dia sukai dan dia cintai. "Bagaimana dengan Pak Josph Nek?" "Dia tidak tahu. Makanya pandai-pandai menjaga rahasia," Tegasnya. Aku mengangguk. "Tapi kalau ketahuan orang lain atau suami nenek bagaimana?" tanyaku. "Mereka tak berani berbuat apa-apa. AKu katakan, ini adalah cara pengobatanku. Jadi mereka tidak percaya, ini atas kehendakku, tapi atas kehendak orang halus yang mengikut aku. Lagi pula mana ada orang percaya aku mau bersetubuh, kan aku sudah tua. Tapi mereka percaya, kalau roh yang mengikut aku adalah gaids muda dan cantik," jelas Nek Julia. Aku menganguk kagum. Tiga tahun, aku da Nek Julia terus melakukan hal itu, di setiap ada kesempatan. Kalau aku mau menyetubuhinya, aku katakan kepada Pak Josep, agar Nek Julia datang ke rumah, aku mau dipijat. Malam atau sorenya, pasti Nek Julia datang ke rumahku.
0 Response to "Mertua dan Aku Puas Sekali"
Posting Komentar