Tante Yang bikin Horny

Satria adalah anak tunggal bu Wiwiek. Sejak kelas 1 SMA dia dipindahkan oleh ayahnya ke tempat neneknya bersekolah. Perpisahan antara Wiwiek dengan suaminya tak terelakkan, setelah menurut suami Wiwiek dia berselingkuh. Perselingkuhan itu memang benar terjadi, tapi hanya laporan orang, karena Wiwiek juga pintar menjaga rahasia. Setelah sekian tahun berpisah dan kemudian suami Wiwiek sudah berobat kemana-mana dan kontolnya diangap bisa berfungsi, akhirnya mereka rujuk kembali. Dengan bahagia mereka kembali ke perkebunan teh yang luas dan indah serta sejuk itu. Tak berapa jauh dari perkebunan teh itu, ada sebuah danau. Mereka selalu mengisi waktu senggang mereka ke danau itu. Pembantu mereka pun setiap sore pulang ke rumah mereka. Pembantu tak tidur di rumah mereka. Satpam penjaga rumahpun semakin diperketat. Kalau biasanya setiap malam yang jaga dua orang menjadi tiga orang. Jika sudah ada aba-aba satpam akan selalu menolak tamu pada malam hari. Wiwiek tak mampu membendung keinginannya. Dia melakukan berbagai gerakan dari bawah dan anaknya memompanya dari atas. Pergumulan yang keras dan hangat itu membuat keduanya berpelukan rapat dalam udara dingin. Di luar angin terdengan menderu-deru. "Ayo sayang, buntingi Mama nak. Buntingi Mama Nak, biar papamu merasa anak mu adalah anaknya. Ayo sayang..." "Ya, Mam.. aku akan membuntingimu." "Terima kasih sayang... tujah sedalam-dalamnya memek mama sayang. Enak kan? Nikmat, kan? Ayo sayang.... ayo," cerocos Wiwiek pada anaknya. Keduanya sudah tak perduli. Malam sekitar pukul 19.00, pak Amat dan Pak Ujang baru datang menjaga rumah mereka. Itu pun jauh digerbang dan satu atau setengah jam sekali, mereka baru ronda mengelilingi rumah. Sebenarnya di kawasan ityu tak ada maling. Tapi sebagai sebuah rumah besar dan milik bos harus dijaga, agar kesannya kelihatan lebih elite.
Kunjungi juga cerita dewasa yang lebih hot 
"Habisi mama sayang," teriak Wiwiek. Satria terus menggenjo tubuh ibunya dengan kerakusannya. Suara bunyi air berkecipak di dalam memek Wiwiek terdengar sebagai irama musik yang indah. Bibir mereka saling berpagut, lidah mereka saling berkait. Desir angin yang kuat menyelusup dari kisi-kisi jendela membuat mereka dingin. Mereka menutupi tubuh mereka pakai selimut tebal sampai ke leher. Selimut itu seperti bergelombang. Satria mencabut kontolnya yang keras.. Saat itu ibunya merebahkan diri terlentang di atas tempat tidur. Di raihnya anaknya dan dipeluknya. Dia tangkap kontol Satria dan menuntunnya ke lubang memeknya yang basah. Clup. Kontol itu segera memasuki lubang memek ibunya. Ibunya langsung memeluk Satria dan menjepit kedua kakinya ke pinggang Satria. Mulut Satria diarahkannya ke teteknya yang penuh. "Menyusu lah nak. Menyusulah. Ada air susu untukmu," katanya mendesah. Satria meyedot susu ibunya. Dia satu tetek dengan adiknya dan juga anak kandungnya. Satria meneguk air susu ibunya yang tanpa rasa itu. Dari satu tetek ke tetek lainnya. "Jangan habisi susunya sayang. Sisanya untuk nak kita," kata ibunya mendesah dan terus memeluk Satria dengan kuat. Satria juga memeluk ibunya dengan kuat dan mendesah panjang. Satria melepaskan spermanya di rahim ibunya. Mereka berpelukan kuat. Masih ada sesekali getar di tubuh Satria. Ibunya terus memeluknya dan menjilati leher Satria. Sebelah tangannya mengambil selimut, lalu menyelimuti tubuh mereka agar terlindung dari udara dingin pegunungan. Saat desah nafas mereka sudah mereda dan normal, saat itu bayi mereka merengek meminta minum susu. Satria tersenyum. Dia bangun dan ikut membangkitkan ibunya. Ibunya mengambil anak mereka dari box dan menyusuinya. Satria langsung ke kamar mandi mencuci kontolnya. Dia menikmati sepasang bibir mungil mengisapi tetek ibunya. Satria berdiri di sisi ibunya yang sedang menyusui anak mereka. Si ibu tersenyum dan mengelus kontol Satria yang terkulai. Satria memeluk ibunya dan menggesek-gesekkan kontolnya dan akhirnya keras kembali. "Dasar buas," bisik ibunya merayu dan genit. Satria duduk di sisi ibunya. Mereka berdua masih telanjang bulat. Bugil. "Naiklah ke pangkuanku dan masukkan kontolku ke memek mu, Ma." Ibunya tersenyum. "Masih belum puaskah sayang?" "Untukmu tak ada kepuasanku, Ma." Ibunya mengendong bayi dan naik ke pangkuan Satria. Satria menuntun kontolnya ke lubang memek ibunya. Kontol itu segera masuk. Teteknya diisap oleh bayi mereka dan di cucuk lubang memeknya dengan kontol Satria. kedua anaknya sedang memainkan perannya masing-masing. Sampai akhirnya Satria melepaskan kembali spermanya dan ibu pun tersenyum bahagia. "Puas sayang," katanya tersenyum. Satria diam tak menjawab. Ditariknya selimut dan diselimutinya dirinya. Bayi pun sudah kenanyang minum susu, dikembalikan ke boxnya. Ibu memasuki seliut Surya dan mereka tertidur pulas sampai pagi. Mereka tidak akan terbangun, jika bayi mereka tidak menangis.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tante Yang bikin Horny"

Posting Komentar